Agenda harian sering kali terasa menekan, tetapi sebenarnya bisa dibuat dengan cara yang lebih bersahabat. Kuncinya adalah memilih jumlah tugas yang masuk akal.
Mulailah dengan satu prioritas utama. Setelah itu, tambahkan beberapa hal kecil yang mudah dilakukan.
Memberi ruang kosong di antara aktivitas membuat hari tidak terasa padat. Kita punya waktu bernapas sebelum beralih ke hal berikutnya.
Jika ada tugas yang belum selesai, cukup pindahkan ke hari berikutnya tanpa rasa kecewa. Agenda adalah alat bantu, bukan aturan keras.
Dengan pendekatan ini, daftar tugas menjadi teman yang mendukung, bukan sumber tekanan.

